Author: Bidang PP

  • Sosialisasi Pola Asuh Remaja Kabupaten Grobogan

    Sosialisasi Pola Asuh Remaja Kabupaten Grobogan

    Grobogan – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Grobogan bekerja sama dengan Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) menggelar kegiatan Sosialisasi Pola Asuh Remaja di Pendopo Kabupaten Grobogan pada Jumat (24/7/2026).

    Acara secara resmi dibuka oleh Kepala DP3AKB Kabupaten Grobogan, dr. Edi Mulyanto, dan diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari unsur tenaga pendidik, siswa-siswi, serta kelompok anak dan remaja di wilayah Grobogan.

    Dalam sambutannya, dr. Edi Mulyanto menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga masyarakat, dan lingkungan pendidikan untuk menghadirkan pola asuh yang adaptif bagi generasi muda. “Pola asuh di era modern membutuhkan pendekatan yang ramah anak, terbuka, dan mampu merespons tantangan sosial yang dihadapi remaja saat ini,” ujar Kepala DP3AKB Kabupaten Grobogan, dr. Edi Mulyanto.

    Ragam Materi dan Edukasi Remaja

    Sosialisasi ini menghadirkan jajaran narasumber ahli yang membawakan berbagai topik relevan untuk membekali pendidik maupun remaja itu sendiri yakni Pencegahan Perundungan & Kesehatan Reproduksi. Yuli sulistyanto dari Yayasan Setara Provinsi Jawa Tengah bersama Satuan Pelayanan KB (Satpel KB) memaparkan materi krusial mengenai bullying (perundungan) serta bahaya Triad KRR (Seksualitas, HIV/AIDS, dan Napza). Para peserta diajak untuk memahami hak-hak anak dan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak dini.

    Apresiasi Budaya di Hari Kebaya:

    Bertepatan dengan peringatan Hari Kebaya, hadir pula narasumber dari Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI). Selain mengedukasi tentang nilai-nilai pengasuhan, PBI turut mengajak generasi muda untuk mencintai identitas dan warisan budaya nusantara.

    Para siswa dan pendidik tampak antusias mengikuti jalannya diskusi interaktif. Melalui sosialisasi ini, DP3AKB dan PUSPA berharap dapat mencetak lingkungan sekolah dan keluarga yang aman, inklusif, serta bebas dari kekerasan bagi tumbuh kembang anak di Kabupaten Grobogan.

  • Wujudkan Kesetaraan, Kecamatan Tawangharjo Gelar Sosialisasi Anggaran Responsif Gender

    Wujudkan Kesetaraan, Kecamatan Tawangharjo Gelar Sosialisasi Anggaran Responsif Gender

    ​GROBOGAN – Pemerintah Kabupaten Grobogan terus memperkuat komitmennya dalam mengintegrasikan keadilan gender ke dalam sistem pembangunan daerah. Hal ini dibuktikan dengan digelarnya kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Tawangharjo pada Kamis, 7 Mei 2026.

    ​Sinergi Lintas Sektor

    ​Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen strategis, mulai dari unsur perangkat Kecamatan Tawangharjo, Petugas Pembantu Pembina KB Desa (PPKBD), seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Tawangharjo, hingga perwakilan organisasi kemasyarakatan setempat.

    ​Kehadiran para pemangku kebijakan di tingkat desa ini dinilai krusial, mengingat desa merupakan ujung tombak implementasi anggaran yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

    Akselerasi Pembangunan yang Inklusif

    ​Kegiatan dipimpin langsung oleh dr. Agung Probo Muljono, M.Si, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Grobogan. Dalam arahannya, dr. Agung menekankan bahwa anggaran responsif gender bukanlah anggaran khusus untuk perempuan saja.

    ​”PPRG adalah strategi untuk memastikan bahwa perencanaan dan penganggaran yang kita susun dapat menjawab kebutuhan yang berbeda antara laki-laki, perempuan, anak-anak, lansia, hingga penyandang disabilitas. Kita ingin memastikan tidak ada satu pun kelompok masyarakat yang tertinggal dalam pembangunan di Tawangharjo,” ujar dr. Agung.

    ​Paparan Ahli dari Pusat Penelitian Gender UNS

    ​Untuk memperdalam pemahaman peserta mengenai teknis penyusunan anggaran, panitia menghadirkan pakar dari Pusat Penelitian Gender Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Dr. Rina.

    ​Dalam paparannya, Dr. Rina menjelaskan bahwa kunci dari anggaran responsif gender adalah analisis data yang akurat. Beliau membedah langkah-langkah praktis dalam menyusun Gender Analysis Pathway (GAP) dan Gender Budget Statement (GBS) agar program-program di tingkat desa memiliki dampak nyata.