Advokasi dan Fasilitasi PUG Kabupaten Grobogan Tahun 2025: Perkuat Komitmen Menuju Pembangunan Responsif Gender
GROBOGAN — Pemerintah Kabupaten Grobogan menyelenggarakan kegiatan Advokasi dan Fasilitasi Pengarusutamaan Gender (PUG) Tahun 2025 pada hari Senin, 8 September 2025, bertempat di Resto & Garden Soybean Krangganharjo, Toroh. Kegiatan ini diikuti oleh Focal Point PUG dari seluruh Perangkat Daerah se-Kabupaten Grobogan.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memperkuat strategi integrasi isu gender dalam kebijakan pembangunan daerah melalui pendekatan PUG dan affirmative action. Selain itu, kegiatan ini bertujuan membangun dan menguatkan komitmen bersama dalam mewujudkan pembangunan yang responsif gender di semua bidang, mulai dari tahap perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi, pengawasan, hingga pelaporan. Upaya ini diharapkan mampu mendorong terciptanya kesetaraan dan keadilan gender di Kabupaten Grobogan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Grobogan yang sekaligus memberikan sambutan pengarahan. Selanjutnya, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Grobogan menyampaikan materi mengenai PUG dalam proses pembangunan daerah. Materi berikutnya disampaikan oleh Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumberdaya Pembangunan (LPPSP) Semarang yang membahas sinergitas peran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Pentahelix dalam mendukung Penganugerahan Parahita Ekapraya (PPE).



Sebagai tindak lanjut, kegiatan ini diarahkan untuk mempersiapkan Kabupaten Grobogan dalam mengikuti Penilaian Penganugerahan Parahita Eka Praya (PPE) Tahun 2025. PPE merupakan penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) Republik Indonesia sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan peran pemerintah daerah dalam mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender melalui strategi PUG.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergitas yang kuat antara Perangkat Daerah dan unsur Pentahelix dalam melengkapi dokumen data sesuai indikator dalam Lembar Kerja Evaluasi (LKE). Harapannya, Kabupaten Grobogan dapat meningkatkan capaian dari kategori Madya menjadi kategori Nindya, atau bahkan meraih kategori Utama dan Mentor dalam Penganugerahan PPE Tahun 2025.



