Fasilitasi dan Pembinaan Teknis Pramuka Peduli Kependudukan Tingkat Provinsi di Kabupaten Grobogan Tahun 2024
Pada hari Selasa 28 Mei 2024, DP3AKB Kabupaten Grobogan telah melaksanakan Fasilitasi dan Pembinaan Teknis Pramuka Peduli Kependudukan Tingkat Provinsi di Kabupaten Grobogan Tahun 2024 bertempat di RM. SUKARASA Jalan Purwodadi–Solo KM. 3 Krangganharjo Toroh.
Penduduk merupakan modal dasar dan faktor dominan dalam menentukan keberhasilan pembangunan. Dalam hal ini, kualitas penduduk menjadi titik sentral dalam pembangunan berkelanjutan karena jumlah penduduk yang besar dengan kualitas rendah dan pertumbuhan yang cepat akan memperlambat tercapainya kondisi yang ideal antara kuantitas dan kualitas penduduk dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan.

Besarnya jumlah penduduk tentu menimbulkan berbagai masalah, tidak saja masalah yang terkait dengan kuantitas penduduk yang akan berdampak langsung pada masalah ketersediaan pangan, perumahan, eksploitasi sumber daya alam, dan lain lain namun juga masalah yang terkait dengan kualitas penduduk seperti masalah pendidikan, kesehatan, pendapatan dan lain sebagainya. Begitu banyaknya masalah kependudukan di Indonesia mengharuskan diupayakan berbagai cara pengendaliannya, salah satunya adalah dengan hadirnya Sekolah Siaga Kependudukan (SSK), yaitu sekolah yang mengimplementasikan pendidikan kependudukan pada program program pendidikan, baik dalam program Intrakurikuler maupun Ekstrakurikuler.
Gerakan Pramuka melalui Satuan Karya Kencana (Saka Kencana) mempunyai peran yang sangat strategis dalam berkontribusi dalam Pembanguan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana dengan mengenalkan konten tentang program Kependudukan, Keluarga Berencana dan pembangunan keluarga yang dapat diselaraskan dengan materi Saka Kencana. Agar selaras, perlu pemahaman organisasi Gerakan Pramuka yang dapat dijadikan pembinaan generasi muda dan ini dapat dilakukan juga di Sekolah Siaga Kependudukan. Sekolah Siaga Kependudukan juga merupakan sebuah upaya intervensi dalam rangka untuk menekan angka jumlah penduduk, namun yang terpenting adalah bagaimana kita mempersiapkan generasi muda yang berkualitas, yaitu Sehat, Cerdas dan Kuat guna menyongsong Indonesia Sehat pada Tahun 2035 dan Indonesia Emas pada Tahun 2045.



