komnas anakKetua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait menyatakan, kasus kekerasan seksual yang menimpa anak mengalami peningkatan. Hal itu disampaikan Arist saat acara seminar cegah kekerasan dan pelecehan seksual pada anak di pendapa kabupaten, Kamis (4/5/2017).

“Kasus kekerasan dan pelecehan terhadap anak terus naik dan ini sangat memperihatinkan. Data dari tahun 2015 dan 2016, kasusnya naik sekitar 38 persen,” jelasnya.

Arist menegaskan, Indonesia saat ini menjadi salah satu negara darurat kejahatan seksual yang menyerang anak-anak. Indikasinya, dari 21 juta kejahatan yang terjadi pada anak Indonesia, sekitar 58 persen diantaranya atu lebih hampir 11 juta merupakan kejahatan seksual. Data itu juga menunjukkan jika di Indonesia telah terjadi sebuah kejahatan moralitas.

Terkait dengan kondisi itu, Ia meminta berbagai elemen masyarakat bersama-sama memutus mata rantai kejahatan seksual. Antara lain dengan memberikan perlindungan anak di tingkat rumah, sekolah, desa, hingga kota.

Selain itu, anak juga sudah waktunya dibekali cara seperti berteriak, melawan, mengigit, melempar pelaku dengan benda yang ada di sekitarnya ketika ada seseorang yang akan melakukan serangan kejahatan seksual kepada dirinya.

“Risiko terjadi kejahatan seksual pada anak bisa terjadi di mana saja. Mulai dari rumah, sekolah hingga ruang publik. Karena itu kami mengedukasi para orang tua dan guru-guru untuk sama-sama memutus mata rantai kejahatan seksual. Salah satunya dengan cara meningkatkan pengawasan kepada anak-anak,” jelas pria kelahiran Pematang Siantar Sumut itu. DNA

Sumber : grobogan.go.id

 

Go to top