nikahanakMasih banyaknya kasus pernikahan usia anak di wilayahnya membuat prihatin Bupati Grobogan Sri Sumarni. Hal itu diungkapkan saat membuka acara Advokasi Pencegahan Pernikahan Usia Anak yang dilangsungkan di pendapa kabupaten, Kamis (27/7/2017).

“Tiap tahun, masih ada ratusan pernikahan dalam usia anak. Hal ini cukup memperihatinkan dan harus kita atasi bersama-sama,” tegasnya.

Sejumlah pihak ikut diundang dalam acara yang diselenggarakan DP3AKB Grobogan tersebut. Seperti dari tokoh masyarakat, ormas, pelajar SMP dan SMA, dan forum anak. Menurut bupati, orang tua mempunyai peran penting dalam mencegah terjadinya pernikahan usia anak. Sebab, pengawasan dan pola asuh merupakan tanggung jawab dari orang tua. Di samping itu, pemahaman norma agama yang lebih juga perlu diberikan pada anak.

”Banyak orang tua yang beranggapan anak segera dinikahkan agar meringankan beban perekonomian keluarga. Bahkan, banyak yang terpengaruh budaya menghindari stigma anaknya menjadi perawan tua. Pemikiran ini harus dirubah,” katanya.

wayangharikeluarga 1Pagelaran kesenian tradisional wayang kulit itu di halaman GOR Simpanglima Purwodadi berlangsung meriah, Kamis (27/7/2017) malam. Acara ini dilangsungkan dalam rangka peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-24.

Pagelaran wayang kulit dengan lakon ‘Pandawa Kumpul’ itu menghadirkan dalang kondang Ki Bayu Aji Pamungkas dari Surakarta. Pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang dibuka Sekda Grobogan Moh Sumarsono itu dibanjiri ribuan penonton hingga usai.

Pagelaran wayang juga dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah Wagino. Hadir pula para perwakilan FKPD dan sejumlah pejabat Pemkab Grobogan. Tampal pula Kepala DP3AKB Grobogan Adi Djatmiko dan anak buahnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah Wagino menyatakan, berbagai komponen masyarakat akan dilibatkan dalam upaya menurunkan angka pernikahan usia anak di Grobogan. Salah satunya pada dalang wayang kulit ketika melangsungkan pentas.

KLA 2Pemkab Grobogan kembali menorehkan prestasi pada bidang BP3AKB. Yakni, berhasil lagi meraih penghargaan kabupaten / kota layak anak (KLA) untuk kategori pratama. Penghargaan KLA itu diserahkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yambise kepada Bupati Grobogan Sri Sumarni di Pekanbaru, Sabtu (22/7/2017).

“Prestasi yang kita capai dibidang KLA ini boleh dibilang membanggakan. Sebab, pengharaan KLAini sudah enam kali berhasil kita dapat,” ungkap Kepala BP3AKB Grobogan Adi Djatmiko.

Dijelaskan, empat penghargaan KLA sebelumnya didapat tahun 2009, 2011, 2012, 2013 dan 2015. Penghargaan itu diberikan karena pemkab dinilai telah melakukan upaya konkret terhadap pemenuhan hak sipil anak dan adanya forum anak dari tingkat desa sampai kabupaten.

Menurut Adi, ada beberapa kebijakan lain yang mendukung diraihnya penghargaan KLA itu. Yakni, pembangunan taman cerdas dan pembentukan peraturan Bupati Grobogan Nomor 7 Tahun 2012 tentang Perlindungan Anak. Selain itu, juga telah dibentuk lembaga perlindungan anak berbasis masyarakat desa (LPAD) dan adanya peran karang taruna dalam perlindungan anak.

kampung KB 2Bupati Grobogan Sri Sumarni mencanangkan pembentukan Kampung Keluarga Berencana (KB) yang ditempatkan di Dusun Klitikan, Desa Klitikan, Kecamatan Kedungjati, Selasa (11/7/2017). Pembentukan Kampung KB ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menekan ledakan jumlah penduduk.

“Pembentukan Kampung KB ini patut kita apresiasi dan didukung banyak pihak. Kita harapkan program ini bisa membantu upaya pemerintah dalam bidang kependudukan,” katanya.

Menurutnya, melalui Kampung KB ini diharapkan bisa memberikan kekuatan dan motivasi bagi masyarakat untuk menyadari pentingnya program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK). Dengan demikian, program KB yang mengalami pasang surut dalam perkembangannya akan bisa meningkat lagi. Sehingga pada akhirnya akan dapat mewujudkan keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera.

Bupati meminta agar instansi terkait memberikan penjelasan lengkap dan jelas pada masyarakat terkait dibentuknya Kampung KB tersebut. Sebab jika informasinya tidak tepat maka akan berdampak tidak efektifnya pelaksanaan program KKBPK tersebut.

komnas anakKetua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait menyatakan, kasus kekerasan seksual yang menimpa anak mengalami peningkatan. Hal itu disampaikan Arist saat acara seminar cegah kekerasan dan pelecehan seksual pada anak di pendapa kabupaten, Kamis (4/5/2017).

“Kasus kekerasan dan pelecehan terhadap anak terus naik dan ini sangat memperihatinkan. Data dari tahun 2015 dan 2016, kasusnya naik sekitar 38 persen,” jelasnya.

Arist menegaskan, Indonesia saat ini menjadi salah satu negara darurat kejahatan seksual yang menyerang anak-anak. Indikasinya, dari 21 juta kejahatan yang terjadi pada anak Indonesia, sekitar 58 persen diantaranya atu lebih hampir 11 juta merupakan kejahatan seksual. Data itu juga menunjukkan jika di Indonesia telah terjadi sebuah kejahatan moralitas.

Terkait dengan kondisi itu, Ia meminta berbagai elemen masyarakat bersama-sama memutus mata rantai kejahatan seksual. Antara lain dengan memberikan perlindungan anak di tingkat rumah, sekolah, desa, hingga kota.

Go to top